Kesehatan seksual pria bukan hanya soal kemampuan di atas ranjang. Ia mencakup hormon, fungsi ereksi, kesuburan, dan risiko penyakit menular seksual.
Sayangnya, banyak pria baru memeriksakan diri setelah muncul masalah. Padahal, tes kesehatan seksual rutin dapat mendeteksi masalah sejak dini, sehingga lebih mudah diatasi.
Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap jenis tes yang diperlukan, apa saja yang diperiksa, serta kapan waktu yang tepat melakukannya.
Jenis Tes Kesehatan Seksual yang Penting untuk Pria
Berikut adalah pemeriksaan utama yang direkomendasikan:
- Tes Infeksi Menular Seksual (PMS/IMS)
- Gonore dan Klamidia (tes urine atau swab)
- Sifilis (tes darah)
- HIV (tes darah)
- Hepatitis B & C
- Herpes Genital (jika ada gejala)
- HPV (untuk pria berisiko tinggi)
- Pemeriksaan Hormon
- Testosteron Total & Free
- LH, FSH, Prolaktin
- Estradiol dan SHBG (jika diperlukan)
- Pemeriksaan Prostat
- Pemeriksaan colok dubur (DRE)
- Tes PSA (Prostate Specific Antigen)
- USG prostat (jika diperlukan)
- Fungsi Ereksi & Kesuburan
- Evaluasi disfungsi ereksi
- Analisis semen (tes kesuburan)
- Tes doppler penis (jika ada masalah aliran darah)
- Pemeriksaan Pendukung Lain
- Gula darah (Diabetes)
- Kolesterol dan trigliserida
- Fungsi tiroid
- Vitamin D dan Zinc

